Masih sangat teringat jelas waktu mau lahiran dedek ian….
Karena memang harus dilahirkan secara caesar maka waktu itu kami sepakat ambil tanggal 14 februari untuk lahiran. Selain karena memang sudah waktunya bisa dilahirkan juga pas moment hari valentine.
Sore hari tanggal 13 Februari (hari minggu) kami menuju RS Harapan Kita, malam itu aku harus sudah nginep di RS untuk persiapan caesar pagi harinya. Aku dapat kamar di ruang Menur nomernya lupa… di kamar itu sudah ada 2 pasien, yang satu sudah lahiran pagi harinya yang satunya lagi ibu-ibu yang harus bed rest karena kondisi kehamilan yang lemah. Malam itu aku tidur cukup nyenyak walau sering “diganggu” perawat yang ngecek kondisi perut dan kesehatanku, ngecek detak jantung calon baby, ngecek aku alergi obat-obatan nggak, ngecek darah dsb… Sejak jam 12 malam aku sudah harus puasa karena rencana jam 8 pagi aku caesar. Jam 4 pagi aku sudah dibangunin untuk persiapan caesar… di bagian anusku (sory…) dimasukkan cairan katanya biar aku BAB dan isi usus kosong. Perutku jadi mules dan benar..beberapa saat setelah itu aku berkali-kali ke toilet untuk BAB dan perutku terasa PLONG..kosong…. Setelah mandi aku nunggu sambil baca-baca majalah… juga sempet nggendong baby sebelah bed yang nangis jerit-jerit kelaparan mamanya pas di kamar mandi….
Jam 7an aku sudah diantar perawat menuju ruang oprasi….di depan ruang menur sudah menunggu mas Arif dan mbak Iis (mbak yang momong Nathan) yang rencananya mau nugguin aku caesar…
Baru sekitar jam 9-an aku di caesar…dokter Sutikno,SPOg datangnya telat karena kena macet.
Entah kenapa oprasi yang sekarang ini aku merasa grogi banget nggak kayak waktu oprasi Nathan dulu. Kalau dulu aku merasa relaks dan enjoy saja, jadinya waktu disuntik bius di punggung prosesnya cepat aku disuntik sambil tiduran miringpun langsung bisa …tapi yang sekarang ini proses suntik cukup lama karena aku nggak bisa relaks jadinya susah nyari pembuluh darah di punggungnya..setelah dicoba berkali-kali tapi nggak bisa akhirnya aku harus disuntik sambil duduk dan membungkuk…sungguh suasanya jadi makin tegang…untung akhirnya bisa teratasi. Tapi tetap saja perasaanku nggak enak…aku nggak tahu kenapa. Perasaan itu terbawa sampai proses pembedahan…aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk bisa tenang tapi sulit banget…
Sambil terlentang pasrah dan mencoba “menikmati” guncangan-guncangan akibat “perbuatan” para dokter aku berkali-kali membaca doa Bapa Kami dan Salam Maria. Akhirnya setelah dilakukan penekanan dan dorongan di bagian dada ke arah perut aku mendengar suara TANGISAN baby….ach…bayiku sudah lahir… Sesaat dokter memperlihatkan bayiku padaku…”ibu ini bayinya laki-laki, selamat ya bu” aku sangat bersyukur bayiku lahir sehat dan tak kurang satu apapun… Puji Syukur aku panjatkan pada Yesus.
Setelah “urusan” di ruang oprasi beres aku dibawa ke ruang pemulihan…di sana dingin banget dan lama…aku mencoba untuk tidur tapi nggak bisa… sampai akhirnya aku dibawa ke ruangan (menur). Di luar sudah menunggu Mas Arif, Mbak Iis dan Bulik Yati. Aku tanya “mas lengkap kan?” dan dijawab “iya” wah..lega sekali….
Bayiku lahir dengan berat 2.96 kg dan panjang 49,6 cm (mas Nathan dulu beratnya 3,1 kg dan panjangnya 52 cm). Kalah sama mas Nathan, semoga saja nanti dipertumbuhannya dia nggak kalah dengan kakaknya..hehehe
Seperti yang dulu juga setelah oprasi aku nggak bisa tidur..padahal kata orang-orang kalau habis oprasi gitu bawaannya ngantuk…tapi aku nggak.. sampai sore juga tetap melek.
Selama masa pemulihan (nginep di RS) aku kurang bisa istirahat dengan nyaman masalahnya aku terserang flu jadinya sering batuk (flu ini sudah aku bawa sebelum oprasi). Wah bener-bener tersiksa kalau batuk menyerang…sakit banget di perut…berasa jahitan mau lepas aja…akibatnya aku jadi nggak bisa tidur dan istirahat…kalau mau batuk dikit aja aku nahan sampai mau nangis…. Aku mencoba menikmati semua yang aku rasakan… dengan membesarkan hati “nanti juga akan sembuh”.
Nggak berasa sekarang sudah 1 tahun kejadian itu berlangsung…nggak berasa…. sudah 1 tahun umur anakku… Nama lengkanya Antonius Ardyan Krisnawardhana panggilannya Dedk Ian.