Arsip untuk Mei, 2008

Mungkinkah?

Mei 15, 2008

Tadi ditelp m.bambang, dikabarin bahwa “PELAKUNYA” adalah sigit dan dibantu oleh orang di selatannya. Siapa orang di selatannya? benarkah dia? kalau iya apa motivasinya? benarkah uang sangat berperan dalam hal ini? tidak adakah pertimbangan kemanusiaan? kalau memang dia apakah orang itu tidak mempertimbangkan sejauh mana dekatnya hubungan kel besar kami dengan kel besar dia? selama ini kami menganggap “dia” adalah orang yang sangat baik dan bersahabat, bahkan m.titik sendiri sering berkonsultasi ke sana. Dan dulu m.juni juga sangat hormat pada “dia” karena menganggap “dia” orang yang bisa dipercaya dan sering membantu.

Kalau memang “dia” pelakunya, terus terang kami akan sangat kecewa dan syok yang teramat sangat. ternyata kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja, seperti yang m.totok bilang baik di luarnya belum tentu baik di dalamnya. Betapa syoknya ibu, bagaimana tidak ibu begitu dekat dengan istrinya, bahkan kalau boleh diingat dulu waktu nikahannya m.titikpun “dia” yang ikut jadi panitianya. Bahkan pula m.titik malah kayak sudah dianggap sebagai anaknya sendiri. Kalau memang “dia” pelakunya ada apa ini? apakah ada sesuatu yang mengecewakan “dia” hingga tega berbuat seperti itu. Apakah atas nama profesionalitas dia melakukan hal tersebut? lantas apa yang harus kita lakukan? apakah kita akan melakukan seperti apa yang pernah mereka lakukan kepada kami? kalau iya apakah itu bukan berarti kami tidak berbeda dengan orang itu? tapi kalau kami diam saja kasihan m.titik dia sudah sangat menderita sampai terjadi hal seperti itu, dan alangkah berbahagianya orang itu telah berhasil “mengerjai” orang dan kami tahu siapa orangnya tapi kami diam saja..alangkah menyebalkan!!.

Tuhan tolong bantu emosi kami, kami tidak ingin menjadi seperti “orang itu”, kami hanya ingin ketenangan dan jalan yang lurus, kami ingin m.titik tenang di sana. Tuhan jangan biarkan kami berbuat dosa yang lebih besar lagi, kami tidak ingin dendam tapi kami ingin “orang itu” menyadari akan perbuatannya dan minta maaf pada kami terutama pada orang tua dan suami m.titik.

seminggu yang lalu

Mei 15, 2008

Seminggu sudah m.Titik meninggakan kami, masih terbayang jelas betapa kagetnya aku menerima kabar itu…dan sampai sekarang kadang aku merasa aku masih berada di alam mimpi, kadang aku nggak merasa sangat kehilangan tapi kadang aku sangat merasa kehilangan….saat merasa sangat kehilagan itulah aku pasti akan merasa nelongso banget… aku sesali kenapa semua ini harus terjadi? kenapa harus mbakku sing ayu ini yang harus mengalami hal semacam ini? mungkin kalau caranya wajar akan beda rasanya.

Aku tak bisa membayangkan beratnya beban yang dia rasakan,  sakitnya rasa yang dia rasakan hingga akhirnya dia mengambil jalan seperti itu. Aku yakin dia nggak sadar sepenuhnya dengan apa yang dia lakukan saat itu, karena type m.titik adalah type istri dan ibu yang sangat perhatian, mengabdi dan nggak mau membuat orang lain repot. Pasti m.titik sangat bingung saat itu, dan yang paling mengerikan adalah saat aku membayangkan kondisi dia saat “ITU” saat SENDIRIAN DI RUANGAN ITU!!. Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan….

Tuhan tolong aku untuk melepaskan belenggu bayangan-bayangan itu!!.

Tuhan tolong terima m.Titik ke pangkuanMu, dia orang yang sangat baik, hanya kebetulan dia ketemu dengan orang yang tidak baik hingga semua ini terjadi….